custompaperswriting.com – Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) berpengaruh terhadap penurunan harga patokan ekspor (HPE) dan harga referensi (HR) komoditas emas untuk periode kedua Mei 2026. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengumumkan bahwa HPE emas ditetapkan sebesar 150.555,29 dolar AS per kilogram, mengalami penurunan sebesar 1,72 persen dari sebelumnya yang sebesar 153.194,87 dolar AS per kilogram. Sementara itu, harga referensi emas turun menjadi 4.682,80 dolar AS per troy ounce, dari sebelumnya 4.764,90 dolar AS per troy ounce.
Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan di Jakarta, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh kuatnya dolar AS dan meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Hal ini membuat aset berbunga menjadi lebih menarik dibandingkan dengan emas, yang dikenal sebagai aset non-yield. Selama periode pengumpulan data, harga emas mengalami penurunan, memasuki fase koreksi dan konsolidasi. Investor melakukan aksi ambil untung setelah sebelumnya harga emas sempat menguat.
Penetapan HPE dan HR emas tersebut dituangkan dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1343 Tahun 2026, yang berlaku untuk periode 15-31 Mei 2026. Proses penetapan ini melibatkan koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian. Harga yang ditetapkan juga berdasarkan masukan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang mengacu pada London Bullion Market Association.