custompaperswriting.com – Industri aset digital, termasuk kripto dan teknologi blockchain, berkomitmen untuk meningkatkan literasi di kalangan masyarakat. Hal ini bertujuan agar pengguna tidak tergoda oleh fenomena ikut-ikutan atau Fear of Missing Out (FOMO). PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax) berperan aktif melalui program Indodax Academy, yang menyediakan edukasi seputar blockchain, bitcoin, dan aset kripto lainnya.
CEO Indodax, William Sutanto, menjelaskan bahwa program ini bertujuan membangun pemahaman publik terhadap teknologi yang menjadi dasar industri kripto. Dia menekankan pentingnya prinsip Do Your Own Research (DYOR) dalam pengambilan keputusan. “Dengan pemahaman yang lebih menyeluruh, pengguna diharapkan mampu menilai risiko dan memahami produk dengan lebih baik,” ungkap William di Jakarta, Sabtu.
Melalui berbagai program pengembangan talenta, masyarakat diharapkan dapat mengenali risiko yang terkait dengan kripto dan teknologi blockchain. Indodax juga diakui sebagai salah satu dari 26 perusahaan penerima penghargaan Fortune Indonesia Change the World 2025 karena kontribusinya yang signifikan dalam bisnis berkelanjutan.
William menggarisbawahi bahwa penghargaan tersebut menegaskan tanggung jawab Indodax dalam menyediakan platform yang mendukung industri yang berkelanjutan. Selain edukasi publik, program literasi Web3 Developer juga mendapatkan apresiasi. Program ini fokus pada pelatihan dan mentoring bagi pengembang lokal agar memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan ekosistem Web3.
Dia menilai pengembangan talenta lokal sangat penting dalam menciptakan ekosistem kripto yang berkelanjutan di Indonesia. “Kami percaya bahwa pertumbuhan industri ini tidak hanya ditopang oleh jumlah pengguna, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang memahami teknologinya secara mendalam,” tuturnya. Indodax berkomitmen untuk membangun ekosistem kripto yang inklusif dan berkelanjutan melalui edukasi dan pengembangan talenta.