custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore mengalami peningkatan, seiring dengan penguatan bursa saham di kawasan Asia. IHSG ditutup naik sebesar 96,61 poin atau 1,22 persen, mencapai 8.031,87. Sementara itu, indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, juga meningkat 5,36 poin atau 0,66 persen menjadi 820,94.
Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, setelah sempat dibuka melemah karena sentimen negatif dari penurunan outlook beberapa emiten, IHSG berhasil berbalik arah. Peningkatan ini dipicu oleh faktor positif dari bursa Asia, di mana indeks-indeks utama menunjukkan kinerja yang baik. Selain itu, penguatan harga komoditas seperti emas, perak, dan tembaga turut memberi dukungan terhadap indeks saham dalam negeri.
Dari perspektif domestik, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mengalami peningkatan signifikan, mencapai level 127,0 pada Januari 2026, naik dari 123,5 pada bulan sebelumnya. Ini merupakan angka tertinggi sejak Januari 2025, yang didorong oleh perbaikan di hampir semua sub-indeks utama.
Namun, pasar juga mencermati data penjualan retail untuk bulan Desember 2025, yang diperkirakan mengalami pelambatan menjadi 5,5 persen, dari sebelumnya 6,3 persen pada bulan November.
Selanjutnya, BEI akan melanjutkan diskusi teknis dengan MSCI Inc pada 11 Februari 2026, untuk mengajukan beberapa inisiatif terkait reformasi integritas pasar modal Indonesia yang ditargetkan rampung pada April 2026. IHSG tetap berada di zona hijau hingga penutupan perdagangan hari ini, menunjukkan optimisme pasar yang kuat.