IHSG Menguat Sementara Pasar Pantau Kebijakan The Fed

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penguatan pada Selasa sore, di tengah pengamatan pelaku pasar terhadap kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Fed. IHSG ditutup naik 63,58 poin atau 0,72 persen menjadi 8.948,29, sementara indeks saham unggulan, LQ45, meningkat 12,31 poin atau 1,42 persen, mencapai 878,86.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa sentimen eksternal dan internal berperan dalam variasi pergerakan IHSG. Pelaku pasar menunjukkan ketertarikan terhadap indikator makroekonomi AS, khususnya laporan inflasi, yang akan membantu memprediksi langkah The Fed selanjutnya. Diperkirakan akan ada dua penurunan suku bunga dalam tahun ini mulai Juni 2026, meskipun pengaruh positif pada inflasi dapat membatasi ruang untuk pelonggaran kebijakan.

Di Jepang, surplus neraca transaksi berjalan tercatat meningkat tajam, sementara di Indonesia, pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto berencana melanjutkan sejumlah kebijakan stimulus tahun 2026, termasuk program magang dan insentif pajak. Stimulus ini diharapkan dapat menjaga daya konsumsi rumah tangga dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Namun, Nico juga mengingatkan adanya potensi tekanan atas pasar akibat aksi profit taking dan prediksi bahwa defisit fiskal Indonesia akan melambat di atas batas aman, mencapai 3,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

IHSG mengalami fluktuasi, dengan tujuh sektor menguat, terutama sektor barang baku yang naik 2,05 persen. Di sisi lain, frekuensi perdagangan mencatat 3.805.222 transaksi, mencapai nilai Rp33,41 triliun. Indeks bursa saham regional Asia juga menunjukkan tren positif, dengan indeks Nikkei dan Hang Seng menguat signifikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *