custompaperswriting.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menjalin kerjasama dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta masyarakat lokal. Hal ini disampaikan saat kunjungan di SPPG Kalikajar 001, Wonosobo, Jawa Tengah, pada Sabtu lalu. Zulkifli menggarisbawahi bahwa SPPG tidak seharusnya bekerja sama dengan pemasok besar dari luar, melainkan harus melibatkan UMKM desa agar pertumbuhan ekonomi lokal dapat terjaga.
Zulkifli menambahkan, SPPG yang tidak melibatkan masyarakat sekitar sebagai pemasok berpotensi untuk dievaluasi hingga pencabutan izin. Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mengharapkan SPPG dapat meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar. Ia memperingatkan bahwa jika SPPG lebih memilih untuk membeli dari luar daerah, keseriusan mereka akan dipertanyakan.
Lebih jauh, Zulkifli menekankan pentingnya standar kesehatan dan keamanan pangan di SPPG. Ia menegaskan bahwa SPPG wajib memiliki sertifikat laik hygiene sanitasi untuk memastikan pangan yang disalurkan aman dan sehat. Di sisi lain, pemenuhan gizi bagi ibu hamil menjadi fokus utama untuk mencegah stunting, yang dampaknya dapat dirasakan jangka panjang.
Risnawati, salah satu penerima manfaat dari program tersebut, menyatakan kepuasannya terhadap bantuan pangan berupa buah dan roti. Program ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan anak-anak, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis desa.