Site icon bloomsburyleisuregroup.com

Suku Dayak Meratus Kembangkan Ekonomi Mandiri dengan Bamboo Rafting

[original_title]

custompaperswriting.com – Bamboo Rafting di Sungai Amandit, Desa Lok Lahung, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, menjadi daya tarik wisata menawan bagi banyak pengunjung. Suasana hutan tropis yang tenang dan suara gemercik air sungai menyambut wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam.

Thomas Harianto, seorang penduduk asli Suku Dayak Meratus, adalah salah satu pemandu yang mengoperasikan rakit bambu di kawasan ini. Bersama 40 rekan kerja, ia telah menjalankan profesi tersebut sejak 2015. Rakit yang mereka buat, disebut “Lanting,” kini lebih dikenal sebagai Bamboo Rafting. Mereka mengajak wisatawan untuk menyusuri Sungai Amandit dengan menggunakan tongkat bambu sebagai pengendali.

Sungai Amandit menawarkan tantangan bagi para pengunjung, terutama ketika arus air meningkat. Wisatawan dimanjakan dengan keindahan geologi, seperti batuan kuno berusia 108-182 juta tahun dan berbagai spesies tanaman hutan hujan tropis. Dalam perjalanan, mereka tidak hanya bisa menikmati pemandangan, tetapi juga dapat melihat aktivitas pertanian khas Suku Dayak Meratus di sekitar area tersebut.

Jika menempuh jarak hingga 14 kilometer, wisatawan dapat menggunakan jasa transportasi lokal untuk kembali ke penginapan dengan biaya terjangkau. Tarif untuk Bamboo Rafting berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per perjalanan, tergantung pada durasi dan rute. Kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal, di mana penduduk setempat dapat berpartisipasi melalui jasa ojek, rumah makan, dan usaha mikro lainnya.

Dengan keindahan alam dan potensi ekonomi, Bamboo Rafting di Sungai Amandit terus menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara.

Exit mobile version