Site icon bloomsburyleisuregroup.com

Stabilitas Makro Dukung IHSG di Tengah Ketegangan AS-Venezuela

[original_title]

custompaperswriting.com – Stabilitas makroekonomi domestik menjadi faktor penopang kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Venezuela. Menurut pengamat pasar modal Reydi Octa, penguatan IHSG terjadi karena sentimen dari faktor domestik dan regional, bukan semata-mata akibat konflik tersebut.

Reydi menyampaikan bahwa hingga saat ini, konflik antara AS dan Venezuela belum berpengaruh signifikan terhadap pasar keuangan global. Hal ini mengindikasikan bahwa keadaan tersebut tidak memicu aksi jual besar-besaran di kalangan investor. Dari dalam negeri, stabilitas makroekonomi, optimisme awal tahun, serta pergeseran modal ke saham sektor komoditas energi dan emas, yang diuntungkan oleh ketidakpastian di tingkat global, turut membantu menguatkan IHSG.

Pada awal tahun ini, pasar lebih memprioritaskan faktor fundamental dibanding isu geopolitik yang bersifat sementara. Beberapa faktor fundamental yang berpengaruh antara lain adalah kebijakan suku bunga global, khususnya ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral AS, serta stabilitas kebijakan ekonomi domestik pasca-transisi pemerintahan.

Data perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada Senin, 5 Januari menunjukkan bahwa IHSG naik sebesar 74,58 poin atau setara dengan 0,85 persen, mencapai 8.822,71. Dalam periode tersebut, terdapat sekitar 3.434.978 transaksi dengan total 57,42 miliar lembar saham yang diperdagangkan, senilai Rp24,68 triliun. Dari 811 saham yang diperdagangkan, 411 saham mengalami kenaikan, sementara 270 saham turun dan 125 lainnya stagnan.

Perlu dicatat, AS telah melakukan tindakan militer dengan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, yang terjadi pada 3 Januari lalu.

Exit mobile version