Site icon bloomsburyleisuregroup.com

Sikap “dovish” BI dinilai akan menarik minat investor

[original_title]

custompaperswriting.com – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) menjadi perhatian utama pelaku pasar modal di Indonesia minggu ini. Menurut pengamat pasar modal Reydi Octa, jika BI mempertahankan suku bunga acuannya, sentimen positif bakal muncul di kalangan investor. Hal ini diharapkan dapat menjaga likuiditas dan stabilitas nilai tukar Rupiah.

Reydi menjelaskan bahwa penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut didorong oleh sentimen positif dari pasar global, khususnya penguatan bursa regional dan stabilnya harga komoditas. Selain itu, ekspektasi terhadap stabilitas makroekonomi domestik serta reformasi yang dilakukan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut mendukung penguatan indeks.

Beberapa faktor lain yang dinantikan pelaku pasar mencakup arah kebijakan suku bunga global oleh The Fed dan BI, arus dana asing, stabilitas Rupiah, serta kebijakan domestik terkait reformasi pasar. Reydi menekankan pentingnya katalis sektoral, terutama di sektor perbankan dan komoditas, untuk meningkatkan minat investor dalam bertransaksi.

Pada hari Rabu (18/02) dan Kamis (19/02), BI mengadakan pertemuan RDG untuk memutuskan suku bunga acuannya. Sejak tahun 2025, BI telah melakukan lima kali pemangkasan BI-Rate, yang saat ini berada di level 4,75 persen. Data perdagangan pada hari ini menunjukkan IHSG menguat 82,55 poin atau 1,01 persen, dengan jumlah frekuensi perdagangan saham mencapai lebih dari 2,8 juta transaksi. Sebanyak 432 saham mengalami kenaikan, sementara 254 saham menurun, dan 128 saham tidak bergerak.

Exit mobile version