Site icon bloomsburyleisuregroup.com

Purbaya Terus Upayakan Efisiensi MBG Setelah Penangkapan Eks Kepala BGN

[original_title]

custompaperswriting.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan fokus pada efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah penahanan eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana oleh Kejaksaan Agung. Purbaya menegaskan bahwa keputusan terkait posisi pimpinan BGN sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden Prabowo Subianto, berlandaskan hasil evaluasi kinerja.

Dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen Jakarta pada Rabu, Purbaya menyampaikan bahwa anggaran program MBG mengalami pemangkasan dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun untuk tahun anggaran 2026. Pemangkasan tersebut dilakukan untuk memastikan dana yang dialokasikan dapat dikelola lebih efisien. Realisasi penyaluran hingga 30 April 2026 tercatat mencapai Rp75 triliun, yang telah memberikan manfaat kepada 61,96 juta penerima dan 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Meskipun belum ada rincian jelas mengenai langkah penghematan lebih lanjut, Purbaya mengindikasikan bahwa perbaikan dalam manajemen program MBG dan cara BGN menggunakan anggaran sedang dilakukan oleh Presiden.

Sementara itu, Kejaksaan Agung telah menetapkan tiga mantan pejabat BGN sebagai tersangka dugaan korupsi terkait program MBG untuk tahun 2025-2026. Ketiga tersangka tersebut antara lain Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya, yang diduga melakukan praktik mark up harga dalam pengadaan sepeda motor listrik dan sepatu.

Kasus ini menyoroti tantangan dalam tata kelola program gizi masyarakat dan pentingnya pengawasan yang lebih ketat dalam pengelolaan anggaran pemerintah untuk mencegah tindak pidana korupsi.

Exit mobile version