Site icon bloomsburyleisuregroup.com

Purbaya Serukan Penyelesaian Masalah “Penggoreng Saham” Sebelum Demutualisasi

[original_title]

custompaperswriting.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan pentingnya memberantas praktik “penggoreng saham” di pasar modal sebelum demutualisasi bursa efek dilaksanakan. Pada acara konferensi pers APBN KiTa yang berlangsung di Jakarta, Kamis, Purbaya mengatakan bahwa langkah pembenahan ini harus dilakukan untuk memastikan perubahan struktur kepemilikan bursa akan berjalan dengan baik.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan pelaksanaan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini, Purbaya menyebutkan belum ada kepastian. Dia pun menekankan bahwa wewenang untuk kebijakan tersebut tetap ada di tangan regulator pasar modal. “Saya belum tahu, bisa ditanyakan ke OJK. Kalau pandangan saya sih, beresin dulu ‘tukang goreng-goreng’ itu baru demutualisasi,” tutur Purbaya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BEI sedang melakukan kajian terkait rencana demutualisasi bursa. Salah satu tujuan utama dari kajian ini adalah untuk memperkuat tata kelola pasar modal di Indonesia dan meningkatkan transparansi serta perlindungan investor.

Di sisi lain, Purbaya memberikan tanggapan positif mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang baru-baru ini sempat menembus level 9.000. Menurutnya, hal ini mencerminkan kepercayaan investor yang terus meningkat terhadap dasar perekonomian Indonesia.

Purbaya juga mengungkapkan bahwa dalam tiga bulan terakhir, aliran dana dari investor, baik domestik maupun internasional, tercatat mengalir positif ke pasar modal, menandakan adanya perbaikan sentimen. Dia optimis bahwa jika tren ini berlanjut, target IHSG mencapai 10.000 tahun ini bukanlah hal yang sulit untuk dicapai. Sebagai catatan, IHSG mencapai rekor tertinggi di level 9.000,54 pada perdagangan sebelumnya.

Exit mobile version