custompaperswriting.com – PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Barat tetap berjalan normal setelah insiden ledakan yang melibatkan kapal pengangkut BBM di Jetty 2 Integrated Terminal (IT) Pontianak. Kejadian tersebut berlangsung pada hari Senin, 25 Mei, sekitar pukul 13.17 WIB.
Edi Mangun, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, menjelaskan bahwa ledakan tersebut tidak akan menghambat pasokan BBM ke masyarakat. Setelah suara ledakan terdengar, tim Pertamina langsung melakukan pengamanan dan penanganan untuk menjaga keselamatan personel dan kelancaran operasional.
Petugas menerapkan prosedur tanggap darurat dengan melakukan evakuasi kru kapal dan melakukan pengawasan di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali. Meskipun tidak ada korban jiwa, beberapa awak kapal mengalami luka dan telah memperoleh perawatan medis.
Edi menambahkan bahwa muatan BBM di kapal aman, sehingga tidak mempengaruhi distribusi energi di Kalimantan Barat. Stok Pertalite di IT Pontianak saat ini dalam kondisi memadai, didukung oleh ketersediaan floating stock dan pengiriman kapal berikutnya.
Pertamina menekankan bahwa pasokan energi untuk Kalimantan Barat dalam kondisi aman dan masyarakat tidak perlu khawatir. Perusahaan juga aktif melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan untuk mendukung penanganan dan investigasi insiden tersebut sesuai dengan prosedur keselamatan dan lingkungan yang berlaku.
Kejadian ini menjadi perhatian serius mengingat IT Pontianak merupakan titik strategis dalam distribusi BBM yang mendukung kebutuhan energi masyarakat dan sektor industri. Pertamina berkomitmen untuk menjaga keamanan operasional dan melanjutkan pasokan energi yang lancar bagi masyarakat.