Site icon bloomsburyleisuregroup.com

Perhapi Minta Pemerintah Jelasakan Nasib Tambang Agincourt

[original_title]

custompaperswriting.com – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) mendesak pemerintah untuk segera memberikan kejelasan mengenai kelanjutan operasi PT Agincourt Resources (PT AR) di daerah aliran sungai (DAS) Garoga, Batang Toru, Sumatera Utara. Permintaan ini disampaikan oleh Ketua Umum Perhapi, Sudirman Widhy Hartono, dalam keterangan yang diterima di Jakarta.

Sudirman menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh agar status operasional PT AR dapat ditentukan, termasuk kemungkinan adanya perbaikan yang perlu dilakukan. Penangguhan operasi selama tiga bulan telah menimbulkan kekhawatiran, khususnya terkait nasib sekitar tiga ribu pekerja, sebagian besar merupakan warga lokal, serta mitra kerja perusahaan.

Operasional PT AR dihentikan sementara oleh Kementerian Lingkungan Hidup pada Desember 2025 setelah terjadi banjir dan longsor yang melanda Batang Toru. Hal ini membuat PT AR menjadi satu-satunya dari 28 perusahaan yang izinnya dicabut karena diduga melanggar aturan yang mengakibatkan banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir bulan tersebut.

Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Budi Santoso, mengungkapkan bahwa penerapan praktik pertambangan yang baik sangat penting untuk menjawab isu yang terkait dengan dampak operasi PT AR. Menurutnya, jika penilaian mengenai prinsip teknis dan lingkungan sudah terpenuhi, pemerintah diharapkan segera memberikan kepastian mengenai keberlanjutan operasional perusahaan.

Dengan perhatian yang tinggi terhadap aspek lingkungan dan ekonomi, kelanjutan operasi PT Agincourt Resources tetap menjadi sorotan utama bagi berbagai pihak, terutama bagi masyarakat setempat dan pemangku kepentingan di sektor pertambangan.

Exit mobile version