custompaperswriting.com – Kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) di China mengalami pertumbuhan signifikan pada Mei 2026. Data yang diperoleh dari Asosiasi Manufaktur Mobil China (CAAM) menunjukkan bahwa output NEV meningkat 22,4 persen secara tahunan, mencapai 1,554 juta unit, sementara penjualannya naik 14,4 persen menjadi 1,496 juta unit.
NEV kini menyumbang 56,9 persen dari total penjualan mobil baru di China, menunjukkan peningkatan yang konsisten dibandingkan bulan sebelumnya. Total output otomotif untuk Mei tercatat 2,616 juta unit, dengan penjualan sedikit lebih tinggi di angka 2,629 juta unit. Namun, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terdapat penurunan yang lebih kecil.
Dalam lima bulan pertama tahun 2026, total output otomotif mencapai 12,235 juta unit, dengan penjualan 12,207 juta unit. Untuk NEV, output dan penjualannya masing-masing mencapai 5,841 juta dan 5,802 juta unit, mengalami kenaikan 2,5 persen dan 3,5 persen dibandingkan tahun lalu.
Industri otomotif di China saat ini sedang mengalami lonjakan permintaan untuk NEV, sementara penjualan kendaraan berbahan bakar cair menunjukkan laju yang melambat. Chen Shihua, Wakil Sekretaris Jenderal CAAM, mengaitkan fenomena ini dengan tingginya harga minyak yang berpengaruh pada biaya operasional kendaraan berbahan bakar konvensional.
Ekspor kendaraan juga menunjukkan tren positif, dengan China mengekspor 930.000 unit kendaraan pada Mei, meningkat 68,7 persen dibandingkan tahun lalu. Dari jumlah tersebut, 446.000 unit adalah NEV, yang meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Dalam lima bulan pertama, total ekspor mencapai 4,059 juta unit, dengan NEV menyumbang 1,833 juta unit.
Kekuatan NEV di pasar global mencerminkan daya saing industri otomotif China yang semakin meningkat, didukung oleh kebijakan yang tepat serta perkembangan teknologi yang inovatif.