Site icon bloomsburyleisuregroup.com

Pengamat Serukan Peningkatan Strategi Menghadapi El Nino

[original_title]

custompaperswriting.com – Pengamat mendorong penguatan strategi pemerintah dalam mengatasi potensi risiko fenomena El Nino terhadap sektor pangan, khususnya di bidang pengelolaan air dan peningkatan produktivitas pertanian. Eliza Mardian, peneliti dari Center of Reform on Economics (CORE), menyatakan bahwa dampak El Nino pada produksi padi sangat bergantung pada efektivitas mitigasi dan respons kebijakan pemerintah.

Ia menekankan bahwa langkah-langkah seperti peningkatan areal tanam, optimalisasi irigasi, dan penyediaan benih tahan kekeringan bisa menjaga produksi pangan. Namun, Eliza juga mencatat keterbatasan struktural dalam sektor pertanian nasional yang masih bergantung pada curah hujan. Sistem irigasi yang ada belum sepenuhnya mampu menangani kekeringan yang parah.

Secara historis, fenomena El Nino dapat mengurangi produksi padi sekitar 1-3 persen, dan dalam kondisi ekstrem, penurunan bisa mencapai 2-5 persen. Di Indonesia, potensi penurunan produksi dari Januari hingga Mei 2026 diperkirakan mencapai 2,22 persen, yang dipengaruhi oleh luas panen yang menurun.

Esther Sri Astuti, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), menyatakan pentingnya langkah pemerintah dalam meningkatkan areal tanam dan memperkuat irigasi untuk menjaga stabilitas pasokan pangan. Ia juga menambahkan bahwa implementasi strategi di lapangan menjadi kunci keberhasilan mitigasi dampak El Nino terhadap produksi pangan.

Dalam menghadapi perubahan iklim, penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), serta distribusi pangan perlu dioptimalkan. Pemerintah juga sedang berupaya meningkatkan alokasi pupuk bersubsidi dan mempercepat tanam di sentra produksi, guna menjaga produktivitas pertanian. Penyesuaian kalender tanam berbasis data iklim serta pembangunan infrastruktur air juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan ketahanan sektor pertanian.

Exit mobile version