custompaperswriting.com – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Selatan mengajukan penambahan kuota pupuk subsidi sejumlah 76.000 ton untuk tahun 2026. Permohonan ini ditujukan untuk kelompok pupuk Nitrogen, Fosfor, dan Kalium (NPK), yang dianggap krusial dalam upaya meningkatkan produksi padi di daerah tersebut.
Pengajuan kuota tersebut dilatarbelakangi oleh hasil produksi padi yang mencapai 3,6 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) pada tahun 2025. Melihat angka tersebut, pemerintah daerah berharap tambahan pupuk subsidi ini dapat mendukung para petani dalam meningkatkan hasil panen mereka.
Proses pengajuan ini diharapkan berjalan lancar untuk memenuhi kebutuhan petani, terutama menjelang musim tanam mendatang. Dinas Pertanian menilai bahwa dengan ketersediaan pupuk yang memadai, produktivitas pertanian akan meningkat, sehingga berdampak positif bagi ekonomi lokal dan ketahanan pangan di Sumatera Selatan.
Pihak Dinas Pertanian akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan kuota yang diminta dapat disetujui. Konsistensi dalam pasokan pupuk subsidi dinilai sangat penting untuk mendukung sektor pertanian yang menjadi salah satu andalan perekonomian daerah.
Dengan langkah ini, diharapkan Sumatera Selatan dapat menjaga dan meningkatkan statusnya sebagai salah satu penghasil beras utama di Indonesia, serta memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Penanganan yang tepat dalam hal distribusi pupuk juga diharapkan dapat meminimalisir kendala yang kerap dihadapi oleh para petani dalam produksi padi.