Site icon bloomsburyleisuregroup.com

Pelindo: Perdagangan Indonesia Fokus Intra-Asia di Tengah Konflik

[original_title]

custompaperswriting.com – Perdagangan Indonesia terus menunjukkan ketahanan yang kuat meskipun dilatarbelakangi oleh ketidakpastian global dan konflik di Timur Tengah. Menurut PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, hubungan dagang dengan Tiongkok dan negara-negara ASEAN berkontribusi signifikan terhadap ekspor dan impor nasional, masing-masing mencapai 46,2 persen dan 56,5 persen.

Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar, arus perdagangan Indonesia mencerminkan kekuatan struktural yang ada. Hingga April 2026, volume arus peti kemas yang dilayani tercatat mencapai 6,42 juta TEUs, meningkat 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh aktivitas baik ekspor-impor maupun distribusi barang domestik.

Muchtasyar menambahkan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan aktivitas logistik yang positif meskipun situasi ekonomi global yang bergejolak. Komoditas seperti lemak dan minyak hewan/nabati serta mesin dan alat mekanis menunjukkan pertumbuhan yang baik dalam sektor ekspor, sedangkan mesin dan peralatan mekanis serta produk kimia menjadi komoditas utama dalam impor.

Pelabuhan-pelabuhan utama di Indonesia, seperti Tanjung Priok dan Tanjung Perak, juga melaporkan pertumbuhan arus domestik. Tanjung Priok, misalnya, mencatat pertumbuhan sekitar 8 persen, didorong oleh pengiriman barang ke Indonesia bagian timur. Konektivitas logistik yang baik diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, distribusi domestik, serta pemerataan ekonomi antarwilayah.

Dengan kondisi ini, penguatan layanan pelabuhan dan efisiensi dalam rantai pasokan menjadi krusial untuk menjaga kelancaran arus barang serta memperkuat perekonomian Indonesia ke depannya.

Exit mobile version