Site icon bloomsburyleisuregroup.com

OJK Ungkap Potensi Perdagangan Karbon Capai Rp1,39 Triliun

[original_title]

custompaperswriting.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan potensi perdagangan karbon tambahan di Indonesia yang mencapai Rp560,9 miliar hingga Rp1,39 triliun. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi saat Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta pada Kamis. Nilai tersebut dihasilkan dari proyeksi 9,5 juta ton karbon ekuivalen (CO2e) yang dapat diperdagangkan.

Dalam rincian yang disampaikan, Friderica menyatakan bahwa potensi unit karbon tambahan berasal dari 49 proyek baru dalam antrean, dengan estimasi potensi mencapai 7,69 juta ton CO2e. Selain itu, terdapat juga sepuluh proyek yang sudah ada, yang diharapkan mampu menambah pasokan karbon sebanyak 2,15 juta ton CO2e.

IDXCarbon, sebagai Bursa Karbon Indonesia, yang diluncurkan pada 26 September 2023, hingga saat ini telah mendaftarkan 155 pengguna jasa dan 10 proyek Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca. Secara agregat, volume transaksi yang tercatat mencapai 1,98 juta ton CO2e, dengan nilai transaksi total sebesar Rp93,75 miliar.

Friderica menambahkan bahwa nilai transaksi tersebut masih tergolong kecil dibandingkan dengan bursa karbon di negara lain, seperti Uni Eropa yang mencapai 700 miliar dolar AS dan China dengan 40 miliar dolar AS. Meskipun demikian, potensi pasar karbon di Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan dan menawarkan peluang bagi pengurangan emisi serta dukungan terhadap ekonomi hijau.

Exit mobile version