custompaperswriting.com – Pasar saham domestik terus mengalami konsolidasi yang dinamis di awal bulan Juni 2026, mencerminkan kondisi ketidakpastian yang tinggi baik secara domestik maupun global. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.127,38, mengalami penurunan sebesar 11,92% secara bulanan dan 29,14% secara year to date.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan dalam konferensi pers bahwa pasar modal tetap menunjukkan ketahanan yang baik meskipun ada penyesuaian portofolio dari investor. Dimana, likuiditas pasar terjaga, dengan rata-rata bid dan ask spread yang tetap rendah selama bulan Mei 2026.
Namun, terdapat catatan bahwa investor asing mengalami net sell sebesar Rp4,1 triliun dalam periode yang sama. Sementara itu, di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik 0,32% dan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) meningkat rata-rata 5,61 basis poin akibat ketidakpastian global.
Kinerja industri pengelolaan investasi juga menunjukkan pertumbuhan, dengan nilai aktiva bersih reksa dana mencapai Rp685,76 triliun, meskipun terjadi net redemption sebesar Rp1,77 triliun. Namun, investor reksadana secara keseluruhan membukukan net subscription yang signifikan sebesar Rp21,61 triliun.
Hasan menambahkan, pasar modal diharapkan terus berperan sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha dan pemerintah. Hingga akhir Mei, nilai fundraising oleh korporasi mencapai Rp68,18 triliun, dengan 75 rencana penawaran umum senilai Rp64,26 triliun dalam pipeline. Dengan penambahan 1,26 juta investor, total jumlah investor kini tercatat mencapai 27,75 juta, atau tumbuh 36,27% year to date.