custompaperswriting.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap jajaran direksi baru PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2026-2030 dapat menjalankan perannya dengan memperkuat tata kelola demi memajukan pasar modal Indonesia. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan harapan tersebut dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, menegaskan pentingnya kelanjutan reformasi integritas di sektor pasar modal.
Friderica menjelaskan bahwa seluruh pengurus diharapkan mampu memberikan kontribusi maksimal, serta menciptakan lingkungan yang mendukung bagi investor dan pemangku kepentingan lainnya. “Kita kedepankan integritas tata kelola dan melakukan perbaikan untuk menjadikan pasar modal semakin maju dan menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ungkapnya.
Seiring dengan pengumuman calon anggota direksi BEI terpilih, DPR RI mengadakan pertemuan dengan OJK dan BEI untuk memperkuat kolaborasi. Sebelum pelantikan, OJK telah melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon anggota direksi sesuai ketentuan yang berlaku. Jeffrey Hendrik terpilih sebagai Direktur Utama BEI untuk periode 2025-2030, di mana saat ini ia menjabat sebagai Pejabat Sementara Direktur Utama.
Seluruh anggota direksi yang terpilih akan diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan BEI pada 29 Juni mendatang untuk mendapatkan persetujuan. Struktur direksi baru ini juga mencakup posisi Direktur Penilaian Perusahaan, Direktur Perdagangan, dan lainnya yang masing-masing diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perkembangan bursa dan pasar modal secara keseluruhan.