Site icon bloomsburyleisuregroup.com

OJK Dorong Peningkatan Fundraising Pasar Modal Hingga 2025

[original_title]

custompaperswriting.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk meningkatkan penghimpunan dana di pasar modal Indonesia, meskipun target Rp220 triliun untuk tahun ini telah terlampaui. Kepala Departemen Pengawas Emiten dan Perusahaan Publik OJK, Novira Indrianingrum, menyampaikan hal tersebut pada acara Hari Ulang Tahun Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) ke-37 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Jumat.

Menurut data OJK, total nilai penawaran umum yang dilakukan oleh korporasi hingga akhir November 2025 mencapai Rp238,68 triliun, meningkat sebesar Rp3,89 triliun dibandingkan bulan sebelumnya. Novira menyebutkan bahwa kenaikan ini didorong terutama oleh penawaran umum terbatas (PUT) dan penawaran umum efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) tahap II.

OJK mengusulkan target yang lebih ambisius, yaitu penggalangan dana di pasar modal mencapai Rp1.000 triliun per tahun, sebagai respons terhadap kebutuhan kredit korporasi yang diperkirakan berkisar antara Rp6.000 triliun hingga Rp8.000 triliun setiap tahunnya. Peningkatan penghimpunan dana diharapkan dapat berperan penting sebagai pendorong pembiayaan untuk ekspansi korporasi di Indonesia.

Secara keseluruhan, kinerja pasar modal menunjukkan perkembangan yang positif, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 8.508,71, mencatat kenaikan 4,22 persen secara bulanan pada akhir November. IHSG juga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah di angka 8.602,13 pada 26 November 2025.

Likuiditas transaksi mengalami peningkatan signifikan pada semester kedua 2025, didorong oleh maraknya aktivitas investor individu, dengan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp23,14 triliun di bulan November. Kapitalisasi pasar saham di Bursa Efek Indonesia pada 26 November 2025 tercatat mencapai Rp15.711 triliun.

Exit mobile version