Site icon bloomsburyleisuregroup.com

OJK dan SRO Tingkatkan Transparansi untuk Meningkatkan Kepercayaan Investor

[original_title]

custompaperswriting.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan Self-Regulatory Organizations (SRO), termasuk PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), berkomitmen untuk memperkuat reformasi dan transparansi dalam pasar modal Indonesia. Dalam upaya ini, mereka mengadakan dua forum strategis dengan tema “Diskusi Sinergi dalam Menjaga Stabilitas dan Resiliensi Pasar Modal Indonesia” dan “Capital Market Insight: Pengaturan Buyback dan Market Update”.

Deputi Komisioner OJK, Khairul Muttaqien, menyatakan bahwa reformasi ini diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan investor dan daya saing pasar modal. Beberapa langkah reformasi yang diusulkan mencakup peningkatan transparansi data, penguatan klasifikasi investor, serta penegakan hukum yang lebih ketat. Reformasi ini diharapkan dapat memperkuat fondasi pasar modal, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pemangku kepentingan.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menekankan pentingnya kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kepercayaan investor dalam kondisi pasar yang dinamis saat ini. Ia meyakini bahwa likuiditas pasar tetap terjaga, dengan semakin banyaknya partisipasi investor domestik.

Sementara itu, Direktur KPEI, Antonius Herman Azwar, menyatakan bahwa konektivitas infrastruktur keuangan baik domestik maupun global akan menjadi dasar untuk memperdalam pasar dan meningkatkan aktivitas transaksi. KPEI juga berfokus pada pengelolaan risiko yang sesuai dengan standar internasional.

Dalam laporan terkini, hingga 12 Juni 2026, terdapat 28,3 juta investor terdaftar di pasar modal Indonesia, dengan mayoritas aset dimiliki oleh investor lokal. Mayoritas perusahaan yang terdaftar menunjukkan kinerja positif, di mana sekitar 80 persen mencatat laba pada kuartal pertama 2026. Reformasi dan kolaborasi dijadikan sebagai kunci untuk mendorong stabilitas dan daya saing pasar modal Indonesia di masa depan.

Exit mobile version