Site icon bloomsburyleisuregroup.com

Misbakhun: MBG Tidak Memotong Anggaran Pendidikan Infrastruktur

[original_title]

custompaperswriting.com – Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan mengurangi anggaran untuk pembangunan infrastruktur pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dalam penjelasannya di Jakarta, Misbakhun menyatakan pentingnya meluruskan polemik yang menyebutkan bahwa alokasi anggaran untuk MBG berpotensi mengurangi komitmen terhadap infrastruktur pendidikan.

Menurutnya, alokasi pendidikan dalam APBN selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya, sesuai dengan amanat konstitusi yang mewajibkan minimal 20 persen dari total belanja negara diperuntukkan bagi pendidikan. Dengan meningkatnya volume APBN, maka nominal anggaran pendidikan juga turut naik, sehingga anggapan bahwa pengalokasian untuk MBG sebagai pengurangan anggaran infrastruktur tidaklah tepat.

Misbakhun menjelaskan bahwa program MBG sudah berjalan dengan lancar dan menyasar hampir 84 juta penerima manfaat, mayoritasnya adalah anak-anak usia sekolah. Program ini telah diterapkan di berbagai daerah yang telah mengaktifkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah menerapkan kebijakan lintas sektor dalam penganggaran, yang artinya alokasi anggaran dilakukan sesuai dengan penerima manfaat dan tujuan program. Pada tahun 2026, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga mengonfirmasi bahwa anggaran pendidikan tidak akan terpengaruh oleh program MBG dan bahwa seluruh program pendidikan strategis, seperti Kartu Indonesia Pintar, tetap dilanjutkan.

Sebagai bagian dari perhatian terhadap pendidikan, pemerintah pusat juga berencana merenovasi sekitar 16.000 sekolah dengan anggaran sekitar Rp17 triliun pada tahun 2025. Misbakhun menekankan bahwa strategi alokasi ini menunjukkan kecermatan pemerintah dalam memperbesar jangkauan penerima manfaat, dan seharusnya mendapatkan apresiasi, bukan kritik.

Exit mobile version