Site icon bloomsburyleisuregroup.com

Menteri Riefky: Ekonomi Kreatif Jadi Peluang Saat Rupiah Melemah

[original_title]

custompaperswriting.com – Sektor ekonomi kreatif di Indonesia berpotensi besar untuk memperkuat perekonomian, terutama dalam situasi melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS. Hal ini disampaikan oleh Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, dalam keterangannya di Yogyakarta, pada Sabtu.

Menurut Riefky, saat ini banyak produk luar negeri yang harganya semakin mahal, sehingga ini memberikan kesempatan bagi produk lokal untuk masuk ke pasar dan bersaing. Dia menyatakan, dengan meningkatnya harga produk impor, konsumen bisa beralih ke produk kreatif dalam negeri seperti mode, film, musik, dan permainan.

Pemerintah saat ini tidak hanya fokus pada hilirisasi di sektor tambang, tetapi juga berupaya untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Riefky mengemukakan bahwa penguatan ini bisa dilakukan melalui kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah pusat, dan daerah. Salah satu langkah yang diambil adalah peluncuran program IDE.IND di Yogyakarta, yang akan dilanjutkan di berbagai provinsi Indonesia.

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf, Yuke Sri Rahayu, menambahkan bahwa Yogyakarta dipilih sebagai kota pertama untuk program IDE.IND 2026, yang mencakup pameran produk ekonomi kreatif, talkshow, dan diskusi inspiratif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan jejaring di kalangan pelaku ekonomi kreatif.

Dengan adanya program ini, diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi nasional dalam ekonomi kreatif dan memberikan dampak positif bagi perkembangan sektor tersebut di seluruh Indonesia.

Exit mobile version