Site icon bloomsburyleisuregroup.com

Menko Pangan Temui Petani untuk Cek Harga Gabah dan Pupuk

[original_title]

custompaperswriting.com – Indonesia mengalami surplus beras mencapai 4,2 juta ton berkat upaya petani di seluruh negeri. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam dialog dengan petani di Kabupaten Aceh Besar, Sabtu lalu. Dalam pertemuan tersebut, Zulkifli menilai pentingnya harga gabah yang ditetapkan pemerintah dan ketersediaan pupuk subsidi bagi petani.

“Harga gabah di Aceh Besar saat ini mencapai Rp7.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya,” ungkap Zulkifli. Dia menegaskan bahwa harga yang baik mendorong petani untuk meningkatkan produktivitas, dan dia berharap para petani menyampaikan keluhan tentang distribusi pupuk jika ada masalah.

Zulkifli juga menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk mencapai swasembada pangan, yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Menurutnya, pada era sebelumnya, ketergantungan pada impor beras merugikan petani lokal, sedangkan saat ini, fokus pada produksi dalam negeri adalah prioritas.

Pemerintah, dalam hal ini, telah melakukan reformasi dalam distribusi pupuk subsidi, mempermudah akses petani dengan memangkas regulasi dari 154 menjadi hanya 3. Hal ini dinilai akan mempermudah para petani dalam mendapatkan pupuk dengan harga lebih terjangkau, yakni dari Rp112 ribu menjadi Rp90 ribu per lima kilogram.

Zulkifli Hasan menekankan bahwa semua langkah ini bertujuan untuk menghindari ketergantungan pada impor, sehingga diharapkan pada 2025, Indonesia tidak akan lagi mengimpor beras. Upaya ini menunjukkan keberhasilan petani Indonesia dan memposisikan mereka dalam kondisi yang lebih menguntungkan dibandingkan petani luar negeri.

Exit mobile version