Site icon bloomsburyleisuregroup.com

Kepala Bapanas: NTPP Meningkat, Petani Jadi Penopang Ketahanan Pangan

[original_title]

custompaperswriting.com – Peningkatan nilai tukar petani subsektor tanaman pangan (NTPP) di Indonesia menunjukkan tanda positif bagi kesejahteraan petani. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menyatakan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan konsumen agar ketahanan pangan tetap terjamin. Dalam keterangan resmi, ia menekankan bahwa pemerintah perlu berperan aktif dalam melindungi petani yang berjumlah sekitar 115 juta jiwa.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa NTPP mencapai 114,65 pada Juni 2026, menjadikannya sebagai angka tertinggi sepanjang tahun ini dan sejak Maret 2024. Proyeksi produksi beras juga menunjukkan peningkatan, diperkirakan mencapai 25,28 juta ton antara Januari hingga Agustus 2026, meningkat 0,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Peningkatan ini sejalan dengan baiknya kesejahteraan petani,” ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono. Kenaikan NTPP ini dipengaruhi oleh naiknya indeks harga yang diterima petani, khususnya dari kelompok padi yang mencatatkan peningkatan sebesar 1,13 persen.

Untuk memastikan stabilitas harga, Perum Bulog ditugaskan untuk menyerap beras hasil panen dalam negeri, dengan target setidaknya 4 juta ton hingga akhir tahun 2026. Hingga kini, Bulog telah menyerap 3,3 juta ton beras, melampaui capaian tahun lalu yang hanya 2,68 juta ton.

Data BPS menunjukkan surplus produksi beras, dengan proyeksi mencapai 19,27 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi hanya 15,48 juta ton, menciptakan surplus sebesar 3,79 juta ton. Dengan pengawasan harga gabah kering panen (GKP) yang stabil, saat ini harga GKP di tingkat petani tercatat Rp6.989 per kilogram, meningkat dibandingkan bulan dan tahun sebelumnya.

Exit mobile version