Site icon bloomsburyleisuregroup.com

Kemnaker Siap Kembangkan Lulusan Agar Sesuai Kebutuhan Industri

[original_title]

custompaperswriting.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa lulusan siap kerja yang hadir dari perguruan tinggi memainkan peranan penting dalam memenuhi kebutuhan industri akan tenaga kerja yang berdaya saing. Menurut Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, saat memberikan kuliah tamu di Politeknik Negeri Malang, fokus pendidikan tinggi saat ini harus disesuaikan dengan tuntutan dunia kerja yang semakin dinamis.

Cris menekankan bahwa kondisi pasar tenaga kerja saat ini berbeda jauh bila dibandingkan dengan satu atau dua dekade lalu. Hal ini memicu perguruan tinggi untuk terus berupaya menghasilkan lulusan yang benar-benar memadai dan siap terjun ke dunia kerja. “Jika kemampuan lulusan dari kampus sudah diakui, mereka biasanya akan segera diminta bekerja oleh perusahaan,” ujarnya.

Sebuah laporan BPS menunjukkan bahwa pada tahun 2026 jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,24 juta orang, mengalami penurunan dibanding Februari 2025. Penurunan ini berkorelasi dengan Tingkat Pengangguran Terbuka yang berada di level 4,68 persen. Sektor-sektor utama seperti pertanian, perdagangan, dan industri menyerap sekitar 60,29 persen dari total tenaga kerja yang ada.

Cris juga menambahkan bahwa pihaknya sedang berupaya mendorong perusahaan agar lebih disiplin dalam melaporkan ketersediaan lowongan kerja. Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Malang, Ir Supriatna Adhisuwignjo, menjelaskan bahwa institusi pendidikan tersebut berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa melalui praktik langsung di lapangan. Dengan demikian, lulusan diharapkan dapat langsung mengaplikasikan kompetensinya sesuai bidang keilmuan mereka di dunia kerja.

Langkah-langkah tersebut diyakini akan mengurangi risiko lulusan tidak mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan mereka. Penyusunan kurikulum pun disesuaikan dengan kebutuhan industri, sehingga lulusan tidak hanya terampil secara teori, tetapi juga praktik.

Exit mobile version