Site icon bloomsburyleisuregroup.com

Kemenperin Tingkatkan Daya Saing IKM Pangan melalui Hilirisasi Agro

[original_title]

custompaperswriting.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) aktif mendorong daya saing industri kecil menengah (IKM) melalui hilirisasi komoditas berbasis agro. Fokus utama hilirisasi ini adalah singkong, yang menawarkan potensi besar sebagai bahan baku untuk berbagai produk yang memiliki nilai tambah tinggi. Dalam sebuah pernyataan, Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, mengungkapkan bahwa selain pati singkong, komoditas ini juga bisa diolah menjadi berbagai produk seperti Modified Cassava Flour (MOCAF), pati termodifikasi, glukosa, dan sorbitol.

Kegiatan penguatan hilirisasi ini telah dilaksanakan di Provinsi Lampung, di mana Kemenperin berupaya meningkatkan daya saing IKM pangan. Faisol Riza menekankan pentingnya hilirisasi singkong dalam mendukung penganekaragaman pangan nasional sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024, yang mendorong pemanfaatan sumber daya lokal.

Lebih lanjut, Faisol Riza menegaskan bahwa hilirisasi dan penganekaragaman pangan harus berjalan beriringan demi menciptakan industri pangan nasional yang kuat dan berkelanjutan. Untuk mendukung agenda ini, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan, termasuk Peraturan Menteri Perdagangan yang mengatur impor singkong dan produknya. Kebijakan tersebut mensyaratkan bahwa impor hanya dapat dilakukan oleh importir yang mendapat rekomendasi dari Kemenperin.

Pemerintah berkomitmen untuk melindungi industri singkong dalam negeri dan memastikan ketersediaan bahan baku untuk pengolahan. Selain regulasi, mampu beradaptasi dengan teknologi modern juga menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing industri ini. Hingga saat ini, berbagai instrumen perlindungan industri singkong terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan di sektor ini.

Exit mobile version