Site icon bloomsburyleisuregroup.com

Kadin Jatim: Batasan Nikotin Berisiko Turunkan Penerimaan CHT

[original_title]

custompaperswriting.com – Rencana pemerintah untuk membatasi kadar nikotin maksimal pada produk rokok menjadi 1 miligram dianggap dapat mengancam penerimaan negara dari Cukai Hasil Tembakau (CHT) pada 2027. Ketua Komite Tetap Hubungan Antar Lembaga Negara dan Pemerintahan Kadin Jawa Timur, Syaifudin Alamsyah, menyatakan bahwa kebijakan ini berpotensi menyulitkan petani dan industri tembakau.

Menurut Syaifudin, kebijakan tersebut tidak sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan penerimaan melalui sektor cukai. Sebagian besar tembakau lokal, yang diproduksi oleh petani, memiliki kadar nikotin alami antara 2 hingga 8 miligram, sehingga penetapan batas 1 miligram bisa menyebabkan hasil panen petani tidak terserap oleh industri.

Perkiraan menunjukkan bahwa penerapan ketentuan ini dapat mempengaruhi ekonomi para petani di daerah sentra produksi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Lombok, dan Sumatera Utara. Syaifudin juga mengingatkan bahwa jika kebijakan ini dilaksanakan, potensi penurunan produksi dan serapan hasil panen akan meningkat, mengurangi kontribusi cukai terhadap penerimaan negara.

Lebih lanjut, Syaifudin memperingatkan bahwa penerapan batasan tanpa strategi yang jelas juga bisa menyebabkan peningkatan peredaran rokok ilegal. Kondisi ini, kata Syaifudin, menuntut pemerintah untuk menelaah kembali kebijakan tersebut agar sejalan dengan aspek ekonomi dan industri.

Kadin Jawa Timur mengingatkan pentingnya menyelaraskan kebijakan kesehatan dengan kondisi pasar untuk menghindari kontradiksi yang merugikan baik bagi petani maupun industri.

Exit mobile version