custompaperswriting.com – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) telah memulai operasi bus antarjemput listrik di Nusa Dua, Bali, sebagai bagian dari upaya mendorong pariwisata hijau yang berkelanjutan. Langkah ini dilakukan untuk mendukung pengurangan emisi dan memperkuat status kawasan pariwisata berkelanjutan.
General Manager ITDC, I Made Agus Dwiatmika, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan uji coba untuk menggandeng perusahaan penyedia kendaraan listrik dalam rangka mengakselerasi penerapan transportasi berbasis listrik di Bali. Bus yang digunakan memiliki panjang 7,5 meter dengan kapasitas baterai mencapai 134 kilowatt per jam (kWh), memungkinkan jarak tempuh hingga 180 kilometer.
Bus listrik ini dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pemantauan operasional secara real-time. Data yang bisa dipantau mencakup lokasi kendaraan, efisiensi energi, serta perilaku pengemudi. Uji coba yang berlangsung selama dua bulan menunjukkan hasil positif, dengan total jarak tempuh lebih dari 7.500 kilometer dan efisiensi energi mencapai 2 kilometer per kWh.
Inisiatif ini juga mencatat penghematan biaya energi sebesar 31 persen serta pengurangan emisi karbon dioksida hingga 1.830 kilogram, yang setara dengan 30 persen lebih rendah dibandingkan bus konvensional.
Pada tahap awal, bus listrik ini akan beroperasi selama satu bulan dengan jam operasional dari pukul 09.00 hingga 22.00 WITA. Rute yang dilalui menghubungkan berbagai hotel di kawasan itu dengan destinasi populer, seperti Bali Collection dan Museum Pasifika. Dengan langkah ini, ITDC berkomitmen untuk mendukung pariwisata ramah lingkungan di Bali.