Site icon bloomsburyleisuregroup.com

IPOT Perkirakan IHSG Bergerak Konsolidasi di Kisaran 9.000-9.200

[original_title]

custompaperswriting.com – PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memperkirakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mengalami konsolidasi pada rentang 9.000 hingga 9.200 dalam periode 19 hingga 23 Januari 2026. Fokus pasar pada minggu depan akan teralih kepada serangkaian rilis data dan keputusan kebijakan baik di tingkat global maupun domestik, seperti yang diungkapkan oleh Equity Analyst IPOT, Imam Gunadi.

Imam menjelaskan bahwa pelaku pasar akan memperhatikan keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI), yang diprediksi akan tetap di level 4,75 persen, dengan tujuan utama menjaga stabilitas nilai tukar. Di Amerika Serikat, pelaku pasar akan menunggu rilis US Core PCE Price Index, yang diperkirakan sebesar 2,7 persen year on year, sebagai indikator inflasi yang penting bagi kebijakan The Federal Reserve.

Dari China, pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 juga menjadi perhatian, dengan proyeksi peningkatan 4,4 persen year on year. Data penjualan ritel dan tingkat pengangguran pada bulan Desember 2025 pun akan menjadi fokus untuk memahami kekuatan konsumsi domestik. Semua ini berlangung di tengah keputusan Loan Prime Rate (LPR) yang tetap, meskipun bank sentral China memberikan sinyal pelonggaran.

IHSG ditutup pada level 9.075, menunjukkan kenaikan 1,55 persen, di mana investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp3,2 triliun. Kinerja positif ini mencerminkan optimisme terhadap stabilitas makro ekonomi di Indonesia, meski ada ketidakpastian global yang disebabkan oleh ketegangan perdagangan antara AS dan negara-negara Eropa.

Sementara itu, penjualan ritel Indonesia pada November 2025 tumbuh 6,3 persen year on year, dan Foreign Direct Investment (FDI) pada kuartal IV mengalami peningkatan, menggambarkan momentum positif di sektor ekonomi domestik.

Exit mobile version