Site icon bloomsburyleisuregroup.com

Investor Syariah Lebih Memilih Saham Sektor Konsumer menurut BEI

[original_title]

custompaperswriting.com – Investor syariah di pasar modal Indonesia menunjukkan minat yang tinggi terhadap saham, terutama di sektor konsumer barang non-primer dan barang konsumen primer. Kepala Divisi Pasar Modal Syariah PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Irwan Abdalloh, menyampaikan hal ini dalam sesi Edukasi Pasar Modal Syariah di Jakarta pada Kamis. Ia mengungkapkan bahwa terdapat 124 saham syariah di sektor barang konsumen non-primer, yang mewakili 18 persen dari total 672 saham syariah di pasar Indonesia. Sementara itu, sektor barang konsumen primer memiliki 94 saham yang setara dengan 14 persen.

Porsi signifikan juga terlihat di sektor barang baku dengan 85 saham (13 persen) dan sektor energi serta properti masing-masing terdiri dari 74 saham (11 persen). Dalam proyeksi hingga tahun 2026, Irwan menyatakan bahwa komposisi saham syariah di lima sektor utama ini tidak akan mengalami perubahan signifikan. Dari sisi kapitalisasi pasar, sektor energi mendominasi dengan nilai mencapai Rp2.176 triliun, diikuti sektor barang baku dengan Rp1.758 triliun.

Terkait regulasi, BEI akan menerapkan kriteria seleksi efek syariah melalui Daftar Efek Syariah Luar Negeri, yang dituangkan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 8 Tahun 2025. Aturan ini mengharuskan perusahaan yang terdaftar tidak terlibat dalam kegiatan usaha yang kontradiktif dengan prinsip syariah, serta membatasi utang berbasis bunga dan pendapatan non-halal.

Edukasi mengenai pentingnya menjaga komposisi pendapatan dan utang agar sesuai dengan prinsip syariah merupakan tantangan bagi emiten di Indonesia. Memahami konsekuensi dari dominasi utang berbasis bunga terhadap nilai kapitalisasi pasar sangatlah penting, terutama bagi investor yang mempertimbangkan reksa dana sebagai salah satu portofolio investasi.

Exit mobile version