Site icon bloomsburyleisuregroup.com

Indef: Alokasi tambahan anggaran Kementan harus untuk produksi

[original_title]

custompaperswriting.com – Tambahan anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) dinilai perlu difokuskan untuk memperkuat produksi pangan domestik guna mendukung swasembada pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menekankan pentingnya alokasi dana ini untuk mencapai target tersebut.

Dalam Rapat Kerja dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Komisi IV DPR RI menyetujui peningkatan anggaran Kementan dari Rp23,23 triliun menjadi Rp45,65 triliun pada Tahun Anggaran 2027. Penambahan dana ini akan dialokasikan untuk program lahan dan irigasi, prasarana pertanian, peningkatan produksi, serta dukungan terhadap sumber daya manusia dan modernisasi pertanian.

Esther mengingatkan agar tambahan anggaran tidak diarahkan untuk subsidi bahan pangan impor, melainkan lebih kepada penguatan produksi pangan domestik. “Strategi komprehensif berbasis pendekatan Bagan Molenaar perlu diterapkan,” katanya. Pendekatan ini mencakup empat pilar utama: lingkungan yang mendukung, karakteristik pasar yang menguntungkan, optimalisasi produksi, serta penciptaan alternatif mata pencaharian bagi petani.

Esther juga menegaskan pentingnya akses pelatihan dan informasi pasar bagi petani kecil untuk meningkatkan produktivitas dan daya tawar mereka. Dalam konteks ini, pemerintah sudah mendorong peningkatan produksi komoditas yang masih bergantung pada impor, seperti kedelai dan bawang putih, di mana sekitar 95 persen kebutuhan bawang putih nasional masih dipenuhi dari impor.

Kementerian Pertanian juga memperkuat riset dengan menempatkan sekitar 1.000 peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional di berbagai daerah. Hal ini diharapkan mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional sekaligus menanggulangi ketergantungan pasar luar negeri.

Exit mobile version