Site icon bloomsburyleisuregroup.com

IHSG Turun Sejalan dengan Tren Bursa Asia dan Global

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan signifikan pada Jumat pagi, berkurang sebanyak 188,20 poin atau 2,32 persen, sehingga mencapai level 7.915,66. Penurunan IHSG ini sejalan dengan pelemahan yang terjadi di bursa saham Asia dan global. Selain itu, Indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga melorot hingga 16,33 poin atau 1,97 persen, berada pada posisi 813,02.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, dalam kajiannya menyatakan bahwa IHSG berpotensi akan menguji level support di angka 8.000. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan laporan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,39 persen tahun ke tahun pada kuartal IV 2025, melebihi ekspektasi pertumbuhan sebesar 5,01 persen. Namun, pertumbuhan sepanjang tahun 2025 masih sedikit di bawah target pemerintah yang menyasar angka 5,2 persen.

Di tengah situasi ini, lembaga pemeringkat Moody’s Ratings menurunkan outlook peringkat Indonesia dari stabil menjadi negatif. Penurunan ini disebabkan oleh ketidakpastian dalam perumusan kebijakan yang dinilai dapat melemahkan efektivitas tata kelola. Ratna Lim mengingatkan bahwa kondisi ini berpotensi menambah sentimen negatif di pasar saham.

Para pelaku pasar kini menantikan data cadangan devisa Indonesia pada Januari 2026 serta indeks harga properti kuartal IV 2025. Di kawasan regional, bursa saham Asia mencatat pergerakan bervariasi, dengan indeks Nikkei yang naik sementara indeks Shanghai dan Hang Seng menunjukkan penurunan.

Exit mobile version