Site icon bloomsburyleisuregroup.com

IHSG Turun Menyusul Tren Asia, Kekhawatiran Inflasi Energi Meningkat

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan signifikan pada Jumat sore, dengan total melemah 224,91 poin atau 3,05 persen, mencapai level 7.137,20. Penurunan ini mengikuti tren negatif yang terlihat di bursa saham regional Asia, akibat kekhawatiran akan inflasi energi global.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa ketidakpastian dari konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi membuat harga minyak mentah tetap tinggi lebih lama dari yang diperkirakan, sehingga meningkatkan inflasi dan memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menambahkan bahwa AS sementara ini mengizinkan pembelian minyak mentah dari Rusia yang sudah berada di laut demi menstabilkan harga.

Perdagangan hari ini menunjukkan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) berada di 95,77 dolar AS per barel dan Brent di 101,02 dolar AS per barel. Situasi semakin rumit setelah AS meluncurkan investigasi perdagangan terhadap 60 negara untuk menentukan tindakan terkait barang yang diproduksi secara tidak adil.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengemukakan bahwa rencana pemerintah untuk memperlebar defisit APBN lebih dari 3 persen masih dalam pembahasan. Pemerintah terus menghitung dampak dari kenaikan harga minyak terhadap APBN, dengan penekanan pada analisis konsekuensi fiskalnya.

Dalam sesi perdagangan, IHSG tetap berada di zona merah. Semua sektor mengalami penurunan, paling dalam pada sektor teknologi yang merosot 3,88 persen. Total frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.606.804 kali, dengan nilai transaksi mencapai Rp14,04 triliun. Kinerja bursa saham di Asialainnya juga tercatat negatif, dengan indeks Nikkei dan Hang Seng masing-masing melemah 1,16 persen dan 0,98 persen.

Exit mobile version