Site icon bloomsburyleisuregroup.com

IHSG Turun ke 6.094,94 Tertekan oleh Saham Energi dan Material

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pelemahan signifikan pada hari Kamis, turun sebesar 223,56 poin atau 3,54 persen, menutup perdagangan di posisi 6.094,94. Penurunan ini terutama dipicu oleh sentimen negatif terkait rencana sentralisasi ekspor komoditas oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dianggap merugikan banyak perusahaan dan pemegang saham.

Lionel Priyadi, Fixed Income and Macro Strategist PT Mega Capital Indonesia, menyatakan bahwa reaksi pasar tidak hanya datang dari investor domestik, tetapi juga asing. Rencana penerbitan Peraturan Pemerintah mengenai Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam (SDA) yang akan membuat BUMN sebagai eksportir tunggal bagi beberapa komoditas strategis, semakin mengukuhkan kecemasan pelaku pasar.

Dalam langkah ini, pemerintah juga membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang berperan sebagai BUMN khusus untuk sektor sumber daya alam. DSI, yang berada di bawah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, diharapkan dapat memperkuat tata kelola ekspor komoditas seperti minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dugaan praktik kurang bayar pada ekspor yang diyakini telah merugikan negara dalam jumlah besar.

Selama sesi perdagangan, IHSG tetap berada dalam zona negatif dengan semua sebelas sektor mengalami koreksi, di mana sektor barang baku mencatat penurunan terparah sebesar 6,96 persen. Frekuensi perdagangan saham mencapai 2.145.783 transaksi, dengan total volume mencapai 35,77 miliar lembar saham yang diperdagangkan senilai Rp18,49 triliun. Di tengah penurunan ini, hanya 88 saham yang mengalami penguatan, sedangkan 663 saham mengalami penurunan.

Exit mobile version