Site icon bloomsburyleisuregroup.com

IHSG Turun ke 5.692, Didorong Penguatan Dolar dan Suku Bunga Tinggi

[original_title]

custompaperswriting.com – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mencatat posisi 5.692,15 pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (5/6). Pengamat Pasar Modal, Reydi Octa, menjelaskan bahwa penurunan ini disebabkan oleh respon pelaku pasar terhadap penguatan dolar Amerika Serikat (AS), tingginya suku bunga global, serta tingginya arus keluar dana asing.

Seiring meningkatnya kekhawatiran mengenai prospek pertumbuhan ekonomi domestik, investor terlihat lebih defensif dalam melakukan transaksi. Reydi menerangkan bahwa tren penurunan selama beberapa hari berturut-turut menunjukkan bahwa tekanan jual belum mereda, khususnya pada saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi perhatian utama investor asing.

“Di tengah likuiditas yang menurun dan sentimen negatif, setiap rebound cenderung dimanfaatkan untuk melakukan profit taking atau pengurangan risiko,” tutur Reydi saat dihubungi di Jakarta. Menurutnya, investor asing saat ini lebih berhati-hati dan cenderung mengurangi eksposur mereka terhadap pasar saham Indonesia, dengan fokus pada stabilitas nilai tukar rupiah dan alternatif investasi lain yang dirasa lebih menarik.

Dalam jangka pendek, Reydi memproyeksikan IHSG akan bergerak secara volatil dengan kecenderungan melemah, abadi arus keluar asing dan tekanan terhadap rupiah. Meski demikian, bila terjadi stabilisasi pada nilai tukar rupiah dan tekanan jual asing berkurang, kemungkinan rebound teknis tetap ada, mengingat banyak saham unggulan yang kini berada pada valuasi yang menggiurkan.

Pada sesi I perdagangan di BEI, frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1.322.798 kali dengan volume 25,25 miliar lembar saham, nilai perdagangan mencapai Rp21,08 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 111 saham mengalami kenaikan, 588 saham mengalami penurunan, dan 109 saham tidak berubah.

Exit mobile version