custompaperswriting.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diminta untuk memperkuat mitigasi risiko terkait potensi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dipicu oleh konflik antara Iran dan Israel-Amerika Serikat. Konsultan keuangan Elvi Diana menekankan bahwa ketahanan pasar modal Indonesia terhadap dinamika global cukup tinggi, sehingga jika konflik semakin memburuk, volatilitas di pasar kemungkinan akan meningkat dan dapat memicu aksi jual.
Pada Rabu pagi, IHSG turun 43,39 poin atau 0,55 persen, mencapai 7.896,38. Indeks LQ45 juga mengalami penurunan, yang mencerminkan mode risk-off di kalangan investor yang cenderung menghindari aset berisiko. Elvi menjelaskan bahwa dampak dari konflik geopolitik dapat terjadi melalui beberapa saluran, seperti lonjakan harga minyak, tekanan pada nilai tukar rupiah, dan keluarnya modal asing dari pasar.
Kondisi ini berpotensi menekan sentimen investor dan lebih lanjut menurunkan indeks saham domestik. Oleh karena itu, Elvi menekankan pentingnya kolaborasi antara OJK, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan untuk menjaga kepercayaan pasar. Ia berpendapat bahwa stabilitas psikologis investor menjadi sangat penting, seiring dengan kebutuhan untuk memastikan pengawasan yang optimal dan kebijakan yang responsif.
Elvi juga mengingatkan investor untuk tidak terburu-buru dalam menanggapi fluktuasi jangka pendek. Strategi diversifikasi dan disiplin investasi jangka panjang tetap menjadi kunci dalam menghadapi periode ketidakpastian tinggi. Ia berharap OJK dapat mengambil langkah antisipatif yang tepat untuk menjaga stabilitas pasar modal di tengah ketidakpastian yang semakin kompleks.