Site icon bloomsburyleisuregroup.com

IHSG Tertekan, Investor Pindahkan Dana ke Aset Aman

[original_title]

custompaperswriting.com – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini disebabkan oleh investor yang menurunkan eksposur terhadap aset berisiko. Hal ini diungkapkan oleh pengamat pasar modal, Elandry Pratama, yang menyatakan bahwa pergeseran ini merupakan respons terhadap kombinasi sentimen dari kondisi domestik dan global. Menurut Elandry, tekanan yang merata pada saham-saham berkapitalisasi besar berdampak signifikan pada IHSG.

Di dalam negeri, melemahnya kurs rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS turut menambah tekanan pada sentimen pasar. Ketidakpastian ini meningkatkan kekhawatiran mengenai stabilitas makroekonomi dan potensi arus keluar dana asing. Selain itu, penembusan level support secara teknikal turut mempercepat aksi jual di pasar saham.

Dari sisi internasional, investor merespons meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Sentimen risk-off memungkinkan pergeseran investasi ke aset yang dianggap lebih aman. Saat ini, banyak investor asing berada dalam mode wait and see, mengamati stabilitas nilai tukar rupiah dan arah suku bunga global.

Elandry juga menambahkan bahwa selama volatilitas rupiah tetap tinggi, arus dana asing cenderung berhati-hati. Ia mencatat bahwa saat ini terjadi lebih banyak pengurangan risiko jangka pendek daripada perubahan fundamental pasar Indonesia. Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa IHSG masih akan berfluktuasi seiring dengan faktor global dan pergerakan rupiah yang dominan.

Pada penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia, IHSG tercatat melemah hingga 305,94 poin atau 4,94 persen, berada di posisi 5.889,48. Dalam periode ini, frekuensi perdagangan saham mencapai hampir 1,8 juta transaksi, dengan 35 saham mengalami kenaikan, sementara 714 saham mengalami penurunan.

Exit mobile version