custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada Jumat sore, 27 Maret 2026, dengan penurunan sebesar 67,03 poin atau 0,94 persen, berakhir di level 7.097,06. Turunnya indeks ini mencerminkan keraguan para investor terkait potensi meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang sudah berlangsung selama beberapa minggu.
Menurut analisis dari Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia, kondisi pasar global menunjukkan kecenderungan negatif akibat meningkatnya keraguan tentang de-eskalasi konflik di Timur Tengah. Investor merasa skeptis terhadap deklarasi Presiden AS Donald Trump mengenai kemungkinan akhir perang dengan Iran, terutama setelah Iran menolak tawaran gencatan senjata dari AS dan justru menawarkan proposal balasan.
Ketegangan di kawasan ini dapat memicu inflasi global serta mempengaruhi pertumbuhan ekonomi banyak negara, terutama di tengah lonjakan harga energi dan gangguan perdagangan antar negara. Trump juga mengumumkan perpanjangan waktu negosiasi hingga 6 April 2026, untuk memberikan kesempatan lebih bagi Iran dan AS dalam mencapai kesepakatan.
Pada perdagangan saham hari itu, dua sektor mencatatkan penguatan, yakni sektor energi yang naik 0,34 persen dan sektor kesehatan yang meningkat 0,15 persen. Namun, sembilan sektor lainnya mengalami penurunan, dengan sektor industri terkoreksi paling dalam sebesar 1,20 persen.
Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.393.686 kali, dengan nilai transaksi mencapai Rp11,77 triliun. Sebanyak 274 saham mengalami kenaikan, 379 saham mengalami penurunan, dan 167 saham tidak bergerak nilainya. Bursa saham regional Asia menunjukkan hasil beragam pada hari yang sama, mencerminkan ketidakpastian yang melanda pasar global.