Site icon bloomsburyleisuregroup.com

IHSG Terkoreksi Di Tengah Kekhawatiran Kebijakan Tarif AS

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penutupan yang melemah pada Kamis sore, mencatatkan penurunan sebesar 86,97 poin atau 1,05 persen hingga mencapai posisi 8.235,26. Sayangnya, indeks LQ45, yang mencerminkan 45 saham unggulan, juga tidak luput dari penurunan, tercatat turun 5,18 poin atau 0,61 persen, menjadi 837,89.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyatakan bahwa penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar terkait kebijakan tarif Amerika Serikat. Diberitakan bahwa Kementerian Perdagangan AS berencana memberlakukan tarif tinggi untuk sel dan panel surya dari negara-negara seperti India, Indonesia, dan Laos, yang diklaim mendapat perlindungan melalui subsidi. Tarif yang dikenakan mencapai 125,87 persen untuk produk dari India, 104,38 persen dari Indonesia, dan 80,67 persen dari Laos.

Selain itu, Perwakilan Perdagangan AS (USTR) berencana melakukan penyelidikan mengenai praktik perdagangan Indonesia, khususnya dalam industri dan subsidi perikanan. Hasil dari penyelidikan ini akan memengaruhi keputusan mengenai tarif yang harus diterapkan, di mana ada kemungkinan tarif untuk beberapa negara akan meningkat dari 10 persen menjadi 15 persen atau lebih.

Dalam perdagangan hari itu, IHSG menunjukkan pergerakan negatif sejak awal. Sebanyak sebelas sektor mengalami pelemahan, dengan sektor transportasi dan logistik tercatat mengalami penurunan terparah dalam kisaran 2,60 persen. Di sisi lain, pasar saham regional Asia menunjukkan pergerakan bervariasi dengan beberapa indeks mengalami penurunan dratis.

Frekuensi perdagangan mencatatkan 3,102 juta transaksi dengan nilai total mencapai Rp28,08 triliun. Sebanyak 157 saham mengalami kenaikan, sedangkan 594 saham mengalami penurunan dengan 207 saham tetap tidak bergerak.

Exit mobile version