custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore mengalami penguatan, dengan penutupan di level 6.037,84 setelah meningkat 113,48 poin atau setara 1,92 persen. Peningkatan ini dipicu oleh respons positif investor terhadap keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat utang Indonesia di level “BBB” dengan outlook yang stabil.
Menurut Ratna Lim, Kepala Riset Phintraco Sekuritas, sentimen positif ini muncul setelah S&P Global Ratings menegaskan peringkat kredit jangka panjang Indonesia dan proyeksi yang meyakinkan tentang perbaikan kondisi fiskal dan eksternal. S&P menyatakan bahwa penurunan posisi fiskal dan eksternal Indonesia bersifat sementara, dengan ekspektasi pemulihan di tahun ini seiring kenaikan harga komoditas dan upaya pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara.
S&P juga meramalkan bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,1 persen pada 2026, sementara pertumbuhan rata-rata diperkirakan 4,9 persen per tahun antara 2026 hingga 2029. Kinerja positif ini didorong oleh belanja fiskal yang kuat dan program hilirisasi serta pengelolaan sektor sumber daya alam.
Namun, di sisi lain, pasar juga dipengaruhi oleh ketegangan di Timur Tengah yang meningkat, terutama menyusul serangan Amerika Serikat terhadap Iran, yang berdampak pada harga minyak. Pelaku pasar menanti data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini untuk petunjuk lebih lanjut tentang kebijakan moneter The Fed, di mana diprediksi akan ada kemungkinan kenaikan suku bunga.
Sembilan sektor di IHSG mengalami penguatan, dipimpin oleh sektor energi, sementara dua sektor lainnya mengalami penurunan. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.676.000 transaksi, dengan total nilai perdagangan mencapai Rp12,14 triliun.