custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tren penguatan pada Rabu pagi, seiring dengan harapan pelaku pasar akan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. IHSG dibuka dengan lonjakan 74,95 poin atau 0,98 persen, mencatat posisi 7.750,90. Sementara itu, indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, naik 7,90 poin atau 1,03 persen menjadi 772,22.
Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, jika IHSG berhasil bertahan di atas level 7.700, ada kemungkinan untuk menguji posisi di sekitar 7.800. Namun, ia menekankan perlunya kewaspadaan terhadap potensi pengambilan keuntungan jangka pendek, mengingat IHSG sudah memasuki area overbought.
Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa Iran telah menghubungi AS untuk membicarakan kesepakatan, menegaskan bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Di sisi lain, Pakistan menawarkan untuk menjadi tuan rumah putaran kedua diskusi dalam rangka memperpanjang gencatan senjata.
Berdasarkan proyeksi ekonomi dari IMF, pertumbuhan ekonomi global diprediksi melambat hingga 3,1 persen pada 2026, dengan risiko lebih lanjut jika konflik terus berlanjut. Kenaikan harga minyak akibat gangguan distribusi di Selat Hormuz turut menambah beban biaya impor, terutama bagi negara berkembang. IMF juga memperingatkan tentang potensi stagflasi jika ketegangan berlarut-larut.
Di dalam negeri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan dua roadmap strategis untuk pengembangan pasar keuangan hingga tahun 2030, yang fokus pada peningkatan pelindungan investor dan pasar berkelanjutan. Pergerakan bursa global pun menunjukkan optimisme, dengan bursa Eropa dan Wall Street mencatat kenaikan signifikan.