Site icon bloomsburyleisuregroup.com

IHSG Menurun, Dipengaruhi Saham Sektor Bahan Dasar

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada Rabu sore, dengan penurunan dipimpin oleh sektor barang baku. IHSG tercatat turun 52,18 poin atau 0,82 persen, berada di level 6.318,50, sedangkan indeks LQ45 juga merosot 4,14 poin atau 0,65 persen di posisi 630,68.

Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, pergerakan IHSG yang fluktuatif dipengaruhi oleh reaksi pasar terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR. Dalam pidatonya, presiden mengemukakan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN tahun anggaran 2027. Selain itu, pemerintah berencana mewajibkan ekspor komoditas Sumber Daya Alam (SDA) melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk sebagai pengekspor tunggal.

Presiden juga menginstruksikan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk mengurangi suku bunga kredit bagi masyarakat kecil. Pengumuman ini disampaikan bersamaan dengan kenaikan BI Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen, yang lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Kenaikan ini turut mendukung penguatan nilai tukar Rupiah, yang meningkat 0,29 persen menjadi Rp 17.654 per dolar AS.

IHSG cenderung tetap berada dalam zona negatif, terutama pada sesi pertama dan kedua perdagangan. Dari sembilan sektor yang ada, sektor barang baku mengalami penurunan paling signifikan, diikuti oleh sektor transportasi dan energi. Di sisi lain, beberapa saham mengalami penguatan, termasuk LCKM dan SURE, sementara saham-saham seperti RELI dan TPIA mencatatkan pelemahan.

Selama perdagangan hari itu, frekuensi transaksi mencapai 2.476.561 dengan total volume 41,12 miliar lembar saham senilai Rp 22,35 triliun. Data menunjukkan 208 saham mengalami kenaikan, sedangkan 483 saham mengalami penurunan. Bursa saham di wilayah Asia juga mengalami pelemahan, dengan indeks Nikkei dan Shanghai turut menunjukkan penurunan.

Exit mobile version