custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup dengan kenaikan tipis. Penguatan ini tercatat sebesar 1,68 poin atau 0,03 persen, berada di posisi 6.039,52. Namun, indeks LQ45 mengalami penurunan sebesar 3,48 poin atau 0,58 persen, berada di level 598,89.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyatakan bahwa penguatan IHSG didorong oleh konfirmasi dari S&P Global Ratings yang mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil. Menurut Nico, outlook stabil menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga defisit fiskal di bawah 3 persen untuk memastikan keberlanjutan fiskal.
Lebih lanjut, Nico menambahkan bahwa keyakinan terhadap kebijakan fiskal dan moneter pemerintah, serta kemampuan untuk menjaga stabilitas makroekonomi, memberikan sinyal positif tentang ketahanan perekonomian nasional di tengah tantangan global. Meskipun IHSG dibuka melemah, indeks berhasil beralih ke zona positif selama sesi perdagangan.
Di sisi lain, bursa saham global tertekan akibat ketegangan di Timur Tengah, menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat untuk memblokir pengiriman dari Iran melalui Selat Hormuz. Langkah ini berpotensi meningkatkan harga minyak dan mempengaruhi sentimen risiko di pasar.
Sementara itu, dalam perdagangan hari ini, sepuluh sektor di IHSG mengalami penguatan. Sektor energi memimpin kenaikan dengan 1,66 persen, diikuti sektor kesehatan dan barang konsumen non-primer. Total frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.710.000 transaksi, dengan 439 saham menguat, 217 saham melemah, dan 309 saham tidak bergerak.