Site icon bloomsburyleisuregroup.com

IHSG Menguat, Sejalan dengan Tren Positif Bursa Asia dan Global

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu menunjukkan penguatan dengan kenaikan 29,23 poin, atau 0,41 persen, ke level 7.086,34. Kenaikan ini sejalan dengan tren positif bursa saham di kawasan Asia dan global. Selain itu, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan, mengalami peningkatan 3,48 poin atau 0,51 persen, berada di angka 685,06.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan bahwa secara teknikal IHSG memiliki potensi untuk menguat terbatas dengan support dan resistance di level 6.950-7.160. Penguatan ini terjadi di tengah menurunnya ketegangan geopolitik, khususnya di Selat Hormuz, di mana Amerika Serikat berupaya meredakan situasi.

Meski demikian, lebih dari 1.550 kapal komersial masih terjebak di Saluran tersebut, yang menjadi perhatian pasar global. Penurunan ketegangan antara AS dan Iran juga berkontribusi pada penurunan harga minyak dunia. Di sisi statistik, data ISM Services Index menurun di AS, memberikan gambaran tentang potensi inflasi yang masih tinggi.

Perekonomian Indonesia pada kuartal pertama 2026 tercatat tumbuh 5,61 persen (yoy), dengan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) terjaga di level 2,42 persen. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan tujuh strategi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, termasuk penguatan intervensi di pasar valas dan mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional.

Di bursa regional Asia, indeks-indeks utama, seperti Nikkei dan Hang Seng, juga mengalami penguatan, menambah optimisme bagi investor. Sementara saham-saham di Eropa dan AS menunjukkan pergerakan variatif, mencerminkan dinamika pasar yang kompleks dan saling terkait saat ini.

Exit mobile version