custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat sore menunjukkan tren positif, ditutup menguat berkat rebound dari saham-saham sektor energi dan barang baku. IHSG ditutup di angka 6.162,05, dengan peningkatan 67,11 poin atau 1,10 persen. Seluruh sektor mayoritas bergerak di zona hijau, dan indeks LQ45 juga mengalami kenaikan sebesar 4,04 poin atau 0,66 persen.
Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, penguatan ini dipicu oleh rumor bahwa Indonesia akan menunda kebijakan ekspor batu bara dan komoditas strategis lainnya, yang seharusnya berlaku penuh, hingga 1 Januari 2027. Penundaan ini dinilai akan memberikan waktu transisi yang lebih lama bagi eksportir dan pembeli internasional untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kebijakan.
Pada awal perdagangan, IHSG sempat melemah hingga level 5.966,86 namun berhasil berbalik arah dan bertahan di zona positif. Sepanjang perdagangan hari itu, sepuluh sektor mengalami penguatan, dengan sektor barang baku memimpin kenaikan sebesar 6,74 persen. Sektor energi dan barang konsumen non-primer turut mengalami kenaikan sebesar 4,82 persen dan 2,43 persen, sedangkan sektor keuangan mengalami penurunan sebesar 0,07 persen.
Frekuensi perdagangan saham tercatat mencapai 1.970.670 transaksi, dengan volume perdagangan mencapai 40,28 miliar lembar saham, senilai Rp21,56 triliun. Sebanyak 449 saham mengalami kenaikan, sementara 251 saham mengalami penurunan, dan 118 saham tidak berubah.
Bursa saham regional Asia juga menunjukkan tren positif, dengan indeks Nikkei naik 2,74 persen, sementara indeks Shanghai dan Hang Seng masing-masing mengalami kenaikan 0,87 persen dan 0,86 persen.