Site icon bloomsburyleisuregroup.com

IHSG Diprediksi Stabil dan Sedikit Menguat Pekan Depan

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat tipis dalam pekan depan, menurut pengamat pasar modal, Reydi Octa. Hal ini diungkapkan dalam wawancara yang berlangsung pada hari Minggu di Jakarta, di mana Reydi menekankan bahwa pasar belum sepenuhnya keluar dari fase konsolidasi akibat sentimen global dan domestik yang terus mempengaruhi pergerakan saham.

Reydi menjelaskan bahwa investor saat ini lebih selektif dalam memilih saham, terutama yang berkapitalisasi besar dan likuid, seiring dengan adanya tekanan geopolitik. Ia mencatat, sentimen pasar minggu depan akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga yang diambil oleh bank sentral AS, The Fed, serta pergerakan yield US Treasury. Selain itu, fokus juga akan tertuju pada dinamika geopolitik dan harga komoditas.

Data menunjukkan bahwa pada akhir pekan lalu, IHSG ditutup pada angka 7.458,50, menguat 150,91 poin atau 2,07 persen. Indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga mengalami kenaikan sebesar 12,57 poin, mencapai 746,47. Dalam perdagangan tersebut, frekuensi transaksi mencapai 2.287.124 dengan nilai total mencapai Rp18,12 triliun. Penguatan ini diiringi dengan 485 saham yang mengalami kenaikan, sementara 181 saham mengalami penurunan.

Dalam konteks domestik, perhatian investor akan terfokus pada respons investor asing terkait isu MSCI dan kepercayaan pasar terhadap saham domestik. Hal ini ditambah dengan faktor-faktor seperti arah suku bunga Bank Indonesia, perkembangan rating lembaga penyedia indeks, dan data inflasi yang semuanya berpotensi menentukan arus modal asing ke pasar saham Indonesia.

Exit mobile version