Site icon bloomsburyleisuregroup.com

IHSG Diperkirakan Turun Akibat Aksi Ambil Untung Menjelang Akhir Pekan

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan melemah terbatas menjelang akhir pekan, dengan aksi profit taking dari investor. Pada perdagangan Jumat, IHSG dibuka menguat 4,63 poin atau sekitar 0,08 persen ke level 6.112,84, sementara Indeks LQ45 juga mengalami kenaikan tipis sebesar 0,31 poin atau 0,05 persen ke posisi 608,89.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyatakan bahwa berdasarkan analisa teknikal, IHSG berpotensi mengalami pergerakan terbatas dengan level support dan resistance antara 6.000 hingga 6.220. Faktor eksternal seperti perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran turut mempengaruhi kinerja pasar. Terlebih, penurunan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz yang diakibatkan oleh ketegangan tersebut dapat berpotensi mendorong naiknya harga minyak secara signifikan.

Dari dalam negeri, laporan Bank Indonesia mengenai utang luar negeri (ULN) Indonesia tercatat mencapai 462,4 miliar dolar AS pada Mei 2026, dengan pertumbuhan 2,1 persen year on year. Rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di angka 30,6 persen, di mana sebagian besar merupakan utang jangka panjang. Nico memandang bahwa meskipun terdapat risiko terkait kenaikan ulasan suku bunga global, struktur ULN tetap terjaga dan tidak menimbulkan ancaman signifikan bagi stabilitas ekonomi.

Di bursa Eropa, perdagangan terjadi dengan hasil yang variatif, sementara bursa Wall Street terlihat mengalami pelemahan. Indeks-indeks utama seperti S&P 500 dan Nasdaq menunjukkan penurunan pada Kamis. Selain itu, bursa saham regional Asia juga mencatatkan pergerakan yang beragam, dengan indeks Nikkei mengalami penurunan. Situasi ini menunjukkan bahwa investor perlu waspada terhadap dinamika pasar yang dapat memengaruhi keputusan investasi mereka ke depan.

Exit mobile version