Site icon bloomsburyleisuregroup.com

IHSG Berjatuhan Karena Ketidakpastian Gencatan AS-Iran

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penutupan melemah pada Rabu sore, 17 Mei 2026. IHSG tertekan sebesar 17,77 poin atau 0,24 persen, berada di level 7.541,61. Penurunan ini terjadi akibat ketidakpastian gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berdampak pada pasar saham global.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa pengaruh konflik di Timur Tengah memperberat bursa regional Asia, meskipun sempat ada harapan dengan perpanjangan gencatan senjata. Kekhawatiran ini semakin meningkat setelah rencana putaran kedua pertemuan damai antara AS dan Iran gagal, sehingga pasar cenderung pesimis.

AS memang telah memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, tetapi tetap memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran. Wakil Presiden AS, JD Vance, terpaksa membatalkan kunjungan ke Islamabad setelah Iran menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam pertemuan tersebut. Iran juga berencana menutup Selat Hormuz akibat keberadaan angkatan laut AS di wilayah itu, menambah ketegangan.

Dari dalam negeri, IHSG dibayangi oleh penangguhan penilaian saham Indonesia oleh MSCI. Sementara itu, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Selama sesi perdagangan, sebanyak 2.948.972 transaksi tercatat, dengan 49,44 miliar lembar saham diperdagangkan senilai Rp18,14 triliun. Meskipun delapan sektor mengalami penguatan, IHSG tetap berada di zona merah hingga penutupan. Bursa saham regional Asia juga menunjukkan pergerakan variatif, dengan indeks Nikkei menguat, sedangkan indeks Hang Seng dan Strait Times melemah.

Exit mobile version