Site icon bloomsburyleisuregroup.com

IHSG BEI Turun 10,83 Poin Menjadi 8.649,66 Saat Penutupan

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penutupan yang melemah pada perdagangan hari Senin, dengan penurunan sebesar 10,83 poin atau 0,13 persen, sehingga berada di level 8.649,66. Pergerakan IHSG menunjukkan fluktuasi, di mana sempat menguat sebelum akhirnya kembali menurun menjelang akhir perdagangan.

Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, penurunan IHSG dikarenakan pergeseran pilihan saham investor dari saham-saham konglomerasi menuju saham-saham blue chip, terutama di sektor perbankan. Meskipun hal ini sempat mendorong IHSG ke zona positif, tetapi tekanan dari faktor eksternal dan pelemahan nilai tukar rupiah menjadi hambatan untuk penguatan yang lebih lanjut. Rupiah ditutup melemah di posisi Rp16.667 per dolar AS.

Sektor energi mencatatkan penurunan terbesar, sementara sektor kesehatan menunjukkan performa yang lebih baik dengan penguatan. Ratna Lim memproyeksikan IHSG akan bergerak sideways dalam rentang 8.600 hingga 8.750 karena pelaku pasar masih mencermati sentimen yang berkembang baik di pasar global maupun domestik.

Di kawasan Asia, mayoritas indeks bursa mengalami penurunan, seiring perhatian investor yang tertuju pada data ekonomi China. Data produksi industri pada bulan November menunjukkan pertumbuhan yang melambat, tercatat 4,8 persen dibandingkan 4,9 persen pada bulan sebelumnya, dan juga berada di bawah proyeksi. Pertumbuhan penjualan ritel pun mencatatkan angka terendah sejak Desember 2022, meskipun program stimulus pemerintah masih berlangsung.

Perdagangan hari Senin mencatatkan 3.595.182 kali transaksi dengan volume 58,48 miliar lembar saham dan nilai transaksi mencapai Rp33,49 triliun. Dalam hal pergerakan saham, 340 saham mengalami penguatan, 329 saham melemah, dan 132 saham tidak menunjukkan perubahan.

Exit mobile version